Bahaya Masturbasi Perantara Pornografi
Kaarsa. Saat memasuki masa
remaja, gairah sex yang meluap –luap itu adalh hal yang normal. Namun ada
beberapa persoalan yang terjadi jika seseorang belum bisa menikah. Oleh karena
itu jika hasrat tersebut tidak tersalurkan dengan baik maka akan banyak terjadi
sesuatu hal yang negative.
beberapa
orang yang melakukan sex pra nikah. Ini adalah hal yang berisiko, apalagi jika
hubungan tersebut dilakukan atas dasar sex bukan cinta. Hal tersebut akan
berbahaya terutama buat perempuan yang bisa saja si pria meninggalkan begitu
saja tanpa sebab “ habis manis sampah dibuang”.
"Lakukan
seks jika sudah benar-benar siap. Jika tidak, maka ada mekanisme alami yang
disebut mimpi basah atau mimpi erotis. Jika masih belum cukup, maka solusinya
adalah masturbasi," kata Zoya Amirin, M.Psi, psikolog seksual dalam acara
Blogger Bicara Seks yang diselenggarakan BlogDetik di Gedung Aldevco Octagon,
seperti ditulis Sabtu (5/5/2012).
Jika
memang hasrat tersebut sudah tidak dapat di tahan, dan dari pada ia menghamili
atau dihamili, maka masturbasi adalah solusi yang baik. Namun bagi seorang
Muslim menahan nafsu itu jauh lebih baik.
Tapi bagi
yang bermasturbasi diharapkan agar jangan bermasturbasi dengan perantara
pornografi baik video ataupun gambar. Sebab hal tersebut membuat penikmatnya
mempertanyakan sekaualitasnya.
"Orang
akhirnya membandingkan antara dirinya dengan tokoh di film. Padahal di film itu
jelas-jelas rekayasa sehingga akhirnya menjadi minder. Pornogafi juga bisa
merusak otak karena membuat kecanduan," kata Zoya.
Lebih baik
bermasturbasi menggunakan fantasi seksual saja. Karena jika belum siap maka
pornorgafi akan merusak mental dan membuat ketagihan para penikmatnya.
"Orang yang sudah pernah
berhubungan seks pasti ingin melakukannya lagi. Karena seks itu menyenangkan.
Dan sesuatu yang menyenangkan itu selalu ingin diulangi," kata Zoya.
Bagi remaja, lebih salurkan
hasrat anda dengan cara yang halal yaitu menikah. Namun jika belum mampu,
menahan nafsu itulah jalan satu –satunya.
Posting Komentar