Sayyid kutbh bangkitkan umat dengan pena
Sayyid Quthb adalah seorang tokoh besar, yang dengan karyanya mampu membangunkan umat. Dakwah melalui pena adalah jalan yang ia temuh.
Meski tulisan –tulisannya banyak mendapat kritikanan, semangat sayyid Quthb
untuk tetap menulis tak pernah hilang. Hampir berbagai bidang kajian ia tulis,
mulai dari ekonomi Islam, revolusi Islam, keadilan Islam sampai tafsir al-Qur’an
Bahkan saat dalam penjarapun ia tetap menulis. Di balik ruang sel yang
sempit, ia berhasil menyelesaikan buku tafsirnya, yang ia beri judul Tafsir fi
Zilalil al-Qur’an.
Selain ahli di bidang sastra, sayyid Quthb juga memiliki wawasan agama yang
sangat dalam. Maka tak mengherankan jika tulisan –tulisannya mampu menyentuh
emosi dan akal para pembacanya. Tek sedikit tuisannya yang membuat para
pembacanya tersadar dan merasakan gairah semangat yang luar biasa.
Meski demikian, Sayyid Quthb sempat pula merasa putus asa dalam menulis. Dalam
bukunya, dirasah Islamiyyah, ia menyatakan: “ketika melihat penderitaan umat
yang begitu menyayat hati, terkadang perasaan putus asa mendatangiku. Dengan penuh
kegeraman, aku bertanya pada diriku sendiri, ‘apagunanya menulis? Apagunanya artikel
yang memenuhi surat kabar ? apakah tidak lebih baik jika kita menyambar sebuah
senapan dan menjumput beerapa butir peluru, lalu keluar dan menyelesaikan
persoalan kita dengan menembaki kepala yang berbuat sewenang –wenang dan
melampui batas ? apa gunanya kita duduk –duduk di meja tulis, lalu meluapkan
semua kemarahan kita dengan lata –kata, dan menhabiskan seluruh tenaga kita
untuk sesuatu yang tidak akan sampai ke kepala – kepala yang harus dihancurkan
itu?”
Dalam menghadapi kedzaliman penguasa Mesir ketika itu, Sayyid Quthb tidak
mengangkat senjata atau melempar bom, akan tetapi ia berdakwah menyampaikan
risalah dengan lisan dan tulisannya. Sayyid Quthb tidak pernah turun ke jalan
dengan memanggul senjata dan menembaki orang –orang yang tidak berdaya.
Sebab, ia menyadari bahwa senjata penanya lebih ampuh dan lebih ditunggu –tunggu
oleh masyarakat. Dalam satu kesempatan, ia menulis,” aku tidak merasa yakin
bahwa tulisan –tulisan para pejuang tidak akan hilang begitu saja. karena ia
dapat membangunkan orang –orang yang tidur, membakar semangat orang –orang yang
bungkam, dan menggerakan masyarakat yang tak tahu arah. Ada sesuatu yang dapat
siselesaikan dibawah pengaruh pena.”
Sayyid Quthb menlanjutkan, “ tapi kata –kata, setajam apapun itu, tidak
dapat berbuat apa –apa sebelum ia menempatkan dirinya dalam suatu gerakan......”
Bila kita membaca sejarah kehidupan dan pemikiran Sayyid Quthb, kita kan
menemukan mutiara –mutiara yang indah untuk diambil hikmahnya. Usaha orientalis
untuk menyingkirkan karya –karyanya dari khazanah pemikian Islam di Mesir, tapi
justru bisa dinikmati oleh jutaan kaum muslim di seluruh dunia.
Buku –buku Sayyid Quthb yang kita baca sampai kini benar –benar menjadikan
dirinya seperti ‘orang mati syahid yang masih hidup’. (as-Syahid al-Hayyi )
Posting Komentar