Sayyid kutbh bangkitkan umat dengan pena

Oleh : DR. Hidayat Nur Wahid
      Sayyid Quthb adalah seorang tokoh besar, yang dengan karyanya mampu membangunkan umat. Dakwah melalui pena adalah jalan yang ia temuh.
Meski tulisan –tulisannya banyak mendapat kritikanan, semangat sayyid Quthb untuk tetap menulis tak pernah hilang. Hampir berbagai bidang kajian ia tulis, mulai dari ekonomi Islam, revolusi Islam, keadilan Islam sampai tafsir al-Qur’an
      Bahkan saat dalam penjarapun ia tetap menulis. Di balik ruang sel yang sempit, ia berhasil menyelesaikan buku tafsirnya, yang ia beri judul Tafsir fi Zilalil al-Qur’an.
Selain ahli di bidang sastra, sayyid Quthb juga memiliki wawasan agama yang sangat dalam. Maka tak mengherankan jika tulisan –tulisannya mampu menyentuh emosi dan akal para pembacanya. Tek sedikit tuisannya yang membuat para pembacanya tersadar dan merasakan gairah semangat yang luar biasa.
        Meski demikian, Sayyid Quthb sempat pula merasa putus asa dalam menulis. Dalam bukunya, dirasah Islamiyyah, ia menyatakan: “ketika melihat penderitaan umat yang begitu menyayat hati, terkadang perasaan putus asa mendatangiku. Dengan penuh kegeraman, aku bertanya pada diriku sendiri, ‘apagunanya menulis? Apagunanya artikel yang memenuhi surat kabar ? apakah tidak lebih baik jika kita menyambar sebuah senapan dan menjumput beerapa butir peluru, lalu keluar dan menyelesaikan persoalan kita dengan menembaki kepala yang berbuat sewenang –wenang dan melampui batas ? apa gunanya kita duduk –duduk di meja tulis, lalu meluapkan semua kemarahan kita dengan lata –kata, dan menhabiskan seluruh tenaga kita untuk sesuatu yang tidak akan sampai ke kepala – kepala yang harus dihancurkan itu?”
            Dalam menghadapi kedzaliman penguasa Mesir ketika itu, Sayyid Quthb tidak mengangkat senjata atau melempar bom, akan tetapi ia berdakwah menyampaikan risalah dengan lisan dan tulisannya. Sayyid Quthb tidak pernah turun ke jalan dengan memanggul senjata dan menembaki orang –orang yang tidak berdaya.
           Sebab, ia menyadari bahwa senjata penanya lebih ampuh dan lebih ditunggu –tunggu oleh masyarakat. Dalam satu kesempatan, ia menulis,” aku tidak merasa yakin bahwa tulisan –tulisan para pejuang tidak akan hilang begitu saja. karena ia dapat membangunkan orang –orang yang tidur, membakar semangat orang –orang yang bungkam, dan menggerakan masyarakat yang tak tahu arah. Ada sesuatu yang dapat siselesaikan dibawah pengaruh pena.”
          Sayyid Quthb menlanjutkan, “ tapi kata –kata, setajam apapun itu, tidak dapat berbuat apa –apa sebelum ia menempatkan dirinya dalam suatu gerakan......”
Bila kita membaca sejarah kehidupan dan pemikiran Sayyid Quthb, kita kan menemukan mutiara –mutiara yang indah untuk diambil hikmahnya. Usaha orientalis untuk menyingkirkan karya –karyanya dari khazanah pemikian Islam di Mesir, tapi justru bisa dinikmati oleh jutaan kaum muslim di seluruh dunia.
        Buku –buku Sayyid Quthb yang kita baca sampai kini benar –benar menjadikan dirinya seperti ‘orang mati syahid yang masih hidup’. (as-Syahid al-Hayyi )