KEMAJUAN IPTEK ADALAH KUNCI SUKSESNYA PEMBANGUNAN DALAM BIDANG PEKERJAAN UMUM

KEMAJUAN IPTEK ADALAH KUNCI SUKSESNYA PEMBANGUNAN DALAM BIDANG PEKERJAAN UMUM

A.     Pendahuluan
   Dalam era sekarang yang semua serba modern ini, tentu setiap pembangunan yang dikerjakan tidak akan bisa lepas dari IPTEK. Sehingga Kemajuan IPTEK tersebut menjadi faktor yang signifikan dalam membangun berbagai infrastruktur suatu daerah dan negara. Selain itu kemajuan IPTEK adalah sebagai ciri akan kemajuan dan kemodernan negara tersebut. Karena jika suatu negara tertinggal dalam IPTEK, maka dapat dikatakan negara tersebut adalah negara yang tertinggal.

          Bidang pekerjaan Umum di indonesia telah berusaha mengatasi berbagai macam permasalahan dengan menggunakan kemajuan IPTEK. Hal tersebut membuat negara indonesia semakin berkembang. Meskipun bertahap namun apa yang di targetkan oleh Bidang Pekerjaan Umum ini tentunya sangat Pasti.

B.      Fungsi IPTEK dalam pembangunan dalam bidang pekerjaan umum
                Tidak dapat di pungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat membantu semua pembangunan yang dikerjakan oleh bidang pekerjaan umum. Sehingga setiap permasalahan yang terdapat di PU bisa di atasi dengan kemajuan IPTEK tersebut. Bidang pekerjaan umum telah banyak menerapkan beberapa teknologi yang maju, guna mengatasi masalah lingkungan di masyarakat. Seperti yang sudah di terapkan sejak tahun 2005 yaitu pembuatan Ecotech Garden (EGA) untuk mengatasi permasalah lingkungan yaitu selokan terbuka (grey Water). Ecotech merupakan teknologi tepat guna sebagai alternatif untuk mengolah air selokan yang tercemar oleh grey water dengan memanfaatkan proses biologis dari tanaman hias air.  Sistemnya yaitu dengan cara membelokkan aliran selokan yang tercemar grey water yang ada di depan rumah ke pekarangan dari salah satu rumah di Kompleks Perumahan Bumi Asri Bandung.

                Perkembangan IPTEK tersebut terbukti dapat memecahkan berbagai persoalan yang terdapat di suatu daerah bahkan negara. Berikut ini penulis akan membahas permasalahan yang secara umum terdapat di suatu negara. Namun dengan kemajuan IPTEK yang berbeda, maka berbeda pula cara mengatasinya.

IPTEK dalam pebangunan waduk bendungan
                Waduk atau bendungan adalah kolam besar tempat menyimpan air sediaan untuk berbagai kebutuhan. Waduk dapat terjadi secara alami maupun dibuat manusia. Waduk buatan dibangun dengan cara membuat bendungan yang lalu dialiri air sampai waduk tersebut penuh.Waduk memiliki banyak fungsi jika di buat menggunakan teknologi yang modern. Di antara fungsi waduk secara umum adalah :
1).Irigasi
2).Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
3).Perikanan
4).Pariwisata
5).Mencegah banjir
6).Penampung air
waduk pluit jakarta setelah di rehab
               
Jakarta adalah salah satu daerah di indonesia yang memiliki masalah signifikan terhadap banjir. Oleh karennya pengelolaan dan pembuatan waduk secara optimal dan di dukung oleh dan di dukung oleh IPTEK, maka permasalahan tersebut dapat di selesaikan. Sehingga waduk yang di Jakarta tersebut menjadi Multi fungsi yang bermanfaat bagi masyarakat daerah tersebut. Seperti halnya waduk Pluit di Jakarta yang beberapa bulan belakangan ini sudah di fungsikan sebagaimana mestinya.
Salah satu yang di proyek yang sudah dilaksanakan adalah sumur resapan. Sumur resapan ini di buat untuk mencegah banjir, jika curah hujan berlebihan.

IPTEK dalam menanggulangi Global Warming
                Pemasan global bukan hanya menjadi permasalahan masyarakat indonesia akan tetapi permasalahan penduduk dunia. Oleh karena itu, setiap negara mempunyai cara yang berbeda dalam mengatasi pemasan global ( global baring ) tersebut. Hal tersebut sesuai dengan kemajuan IPTEK di negara tersebut.

                Sebagai contoh di beberapa negara maju membuat taman di atap gedung atau rumah yang mereka bangun. Hal tersebut bertujuan agar pantulan kaca dari rumah tersebut bisa di minimalisir, sehingga mengurangi pemasan global.

Penghijauan yang di tanan di atap Rumah

angkutan umum pun menjadi sejuk tanpa AC

Perkembangan IPTEK dalam mengatasi polusi udara
                Perkembangan teknologi jika tidak di tanggapi secara positif maka akan berdampak yang sangat buruk terhadap lingkungan manusia. Seperti semakin banyaknya berdiri pabrik pabrik yang setiap hari membuang gas dan asap yang berbentuk CO2 tersebut semakin meningkatkan kadar gas CO2 di udara dan membuat tipis kadar O2. Padahal sebagian besar makhluk hidup bertahan hidup dengan menghirup O2.

                Permasalahan ini jika tidak di atasi sedini mungkin, maka akan menimbulkan efek negatif terhadap kehidupan di muka bumi. Beberapa kegiatan yang dapat menimbulkan polusi udara
lainnya adalah :
1) Asap dari cerobong pabrik, kendaraan bermotor,
pembakaran atau kebakaran hutan, asap rokok, yang
membebaskan CO dan CO2 ke udara.
2) Asap vulkanik dari aktivitas gunung berapi dan asap
letusan gunung berapi yang menebarkan partikelpartikel
debu ke udara.
3) Bahan dan partikel-partikel radioaktif dari bom atom
atau percobaan nuklir yang membebaskan partikelpartikel
debu radioaktif ke udara.
4) Asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit
listrik atau pabrik yang membebaskan partikel, nitrogen
oksida, dan oksida sulfur.
5) Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang berasal dari
kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, AC mobil.
                permasalahan di atas dapat dengan mudah jika kita memiliki IPTEK yang berkembang. Diantaranya adalah dengan cara :
1). Untuk mengurangi polusi udara yang di sebabkan oleh kendaraan maka di buatlah sebuah kendaraan listrik yang hemat.
2). Penghijauan dan reboisasi dapat menurunkan polusiudara oleh CO2. Demikian juga pembuatan jalur hijau dikota-kota besar menjadi hal yang sangat berarti. Secara alamiah tumbuhan menyerap CO2 untuk fotosintesis,dengan penghijauan berarti akan meningkatkan pengambilan CO2 udara oleh tumbuhan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memasang penyaring udara pada cerobong asap pabrik untuk menyaring partikel-partikel yang bercampur asap agar tidak terbebas ke udara. Menetapkan kawasan industri yang jauh dari kawasan pemukiman warga, mengurangi pemakaian minyak bumi dan batu bara pada industri dan pembangkit listrik. Memanfaatkan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti energi biogas, energi surya dan energi panas bumi untuk menggantikan energi minyak bumi dan batu bara.
                Menurut penulis Cara kedua adalah cara yang paling mudah di lakukan. Tanpa modal yang terlalu besar dan bisa di terapakan oleh siapa saja. Hanya saja perlu adanya sistem yang mengawasi secara intens agar proyek penghijauan tersebut berjalan sebagaimana yang di rencankan.
                Penataan rumah daerah kumuh yang tidak beraturan menjadi suatu daerah yang indah adalah salah satu metode jitu dalam memperbaiki kerusakan lingkungan. Hal tersebut seperti yang terdapat Djakarta yaitu penataan kampung deret yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta yang di realisasikan Oleh Bidang Pekerjaan Umum.
daerah kumuh di jakarta sebelum di rehab

daerah kumuh sesudah di rehab

                Dengan penataan yang cemerlang yang dilakukan oleh Bidang Pekerjaan Umum ini membuat lingkungan daerah tersebut semakin membaik. Semoga bisa di lakukan di di semua daerah yang kumuh. Selain itu peran masyarakat juga sangat menentukan dalam penataan lingkungan. Sehingga Peran masyarakat tersebut dilakukan pada fungsi  pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengawasan (TURBINBANGWAS), secara langsung maupun tidak langsung. Masyarakat dalam melakukan perannya wajib berhubungan dengan penyelenggara jalan di tiap-tiap tingkatan (nasional, provinsi, kabupaten, kota, dan desa) melalui unit yang berfungsi melayani peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan.

C.  Kesimpulan
                Permasalahan bidang pekerjaan umum secara garis besar berhasil di selesaikan dengan menggunakan IPTEK. Perkembangan IPTEK inilah yang memberi jalan keluar setiap permasalahan yang terdapat Bidang Pekerjaan Umum mengenai pembangunan negara Indonesia. Sehingga tidak bisa di pungkiri lagi bahwa IPTEK sangat penting untuk mendongkrak kemajuan bangsa dan Negara.