Menapak Tilas Perjalanan Sahabat Petualangan Terios 7 Wonders
Baiklah kali ini saya akan mulai mereview
perjalanan mereka para sahabat ekspedisi Terios 7 Wonder hidden paradise sejak
awal perjalanan mereka dari daerah Sawarna Banten untuk melakukan
pejalan menuju ke Pulau Komodo yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Waaaw ... itu adalah perjalanan yang
super jauh.
Pemandangan di Pantai Sawarna
Tujuan pertama perjalan panjang Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise adalah Pantai Sawarna di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Pantai ini menjadi tujuan pertama mereka karena ternyata pantai yang agak tersembunyi tersebut menyimpan banyak pesona unik yang layak dijelajahi. untuk menuju pantai tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit. karena sebenarnya saya juga belum pernah mengunjungi pantai tersebut, maka saya mendapatkan rute berikut adalah hasil wawancara dari salah satu satu peserta ekspedisi Terios 7 Wonders hidden Paradise. Kalau Dari Jakarta, Anda cukup melalui Tol Jagorawi, lalu keluar di Ciawi dan mengambil arah menuju Sukabumi. Hanya saja, selepas Ciawi biasanya jalan agak macet karena pasar tumpah dan banyaknya truk-truk aqua di sepanjang jalan raya tersebut. Alternatifnya, Anda bisa keluar di Bogor dan melalui Lido, hanya saja jalur ini memang agak kecil, berkelok-kelok, dan agak membingungkan karena tak ada petunjuk arah. Pada ekspedisi Terios 7 Wonders ini kami diajak melalui jalur ini, namun kalau Anda ragu saya sarankan tetap melalui jalur utama. Setelah memasuki jalan raya Sukabumi, teruskan arah menuju kota Sukabumi hingga menemukan pertigaan menuju lokasi Arung Jeram Sungai Citarik.
Ada beberapa
operator di sana, yang paling besar adalah Arus Liar dan papan petunjuknya
terpampang jelas di pertigaan ini. Anda tinggal belok kanan dan ikuti jalan
aspal hingga menemukan jembatan baja lokasi titik awal pengarungan Sungai
Citarik. Ikuti saja jalur ini, Anda akan melewati jalan yang berkelok-kelok
naik turun dan akhirnya akan sampai di pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten
Sukabumi. Dari pintu masuk tol di Kuningan sampai Pelaburan Ratu bisa ditempuh
kira-kira 4-5 jam dengan kondisi lalu lintas normal, tidak terlalu macet. Dari
Pelabuhan Ratu, Anda terus menyusuri jalan aspal ke arah barat. Anda akan
melewati hotel paling legendaris di sini, yaitu Samudera Beach Hotel yang
memiliki kamar horor yang di dalamnya ada lukisan Nyi Roro Kidul. Tak sembarang
orang bisa melihat isi kamarnya, apalagi menginap di dalamnya. Anda juga akan
menemukan papan nama Mak Erot yang legendaris. Anda bisa terus berjalan sampai
menemukan pertigaan dengan gerbang Desa Sawarna di belokan ke kiri. Ambil jalan
ini dan Anda akan tiba di Desa Sawarna. Dari Pelabuhan Ratu ke Desa Sawarna
bisa ditempuh selama 2 jam, hanya saja kondisi jalan berlika-liku naik turun
dan beberapa tempat sedang dalam perbaikan, jadi hati-hari saja.[2]
Deburan Ombak di Pantai Sawarna
Ternyata di tempat wisata tersebut
tidak hanya berupa pantai, akan tetapi Sebenarnya
masih banyak obyek wisata lain di Sawarna, seperti Pantai Lagoon Pari, Goa
Lalay, Pantai Karang Bokor, Pulau Manuk, dan Goa Cangir. Berbagai obyek wisata
tersebut membuat Suwarna menjadi surga yang tersembunyi dan layak untuk
wisatawan kunjungi.
Setelah para sahabat
petualang puas menikmati keindahan pantai Suwarna, mereka pun bersiap-siap
untuk melanjutkan perjalanan guna menuju obyek wisata selanjutnya. Di daerah
mana ya kira-kira .. ? . PENASARAN ? .. simak terus tulisan berikutnya.
Sahabat
ternyata mereka sedang melakukan perjalanan panjang dan lintas provinsi yaitu
menuju ke Desa Kinahrejo, di
kawasan gunung Merapi, Jawa Tengah. Ketika Anda
hendak mendaki Gunung Merapi, bisa jadi akan melewati sebuah
desa yang menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana letusan Gunung Merapi tahun
2010. Desa itu bernama Desa Kinahrejo dan lokasinya persis berada di bawah kaki
Gunung Merapi. Desa itu kini ramai dikunjungi wisatawan karena memang menjadi
pintu gerbang atau jalur paling mudah untuk memulai pendakian ke Gunung Merapi.
Penampakan Pintu Masuk Desa Kinahrejo
Desa Kinahrejo tidak bisa
dilepaskan dari seorang sosok fenomenal ‘kuncen-nya’ Gunung Merapi, yaitu Raden
Ngabehi Surakso Hargo atau yang lebih dikenal dengan Mbah Marijan yang lahir
dan besar di Desa Kinahrejo pada 5 Februari 1927. Ia merupakan juru kunci
Gunung Merapi sejak tahun 1982 dan harus berakhir pada 2010 karena turut
menjadi salah satu korban erupsi Gunung Merapi. Mbah Marijan dimakamkan di
Srumen, Glagaharjo atau sekitar 5 km dari Desa Kinahrejo.
Kondisi alam di sekitar Desa
Kinahrejo sebelum terjadinya letusan dasyat Gunung Merapi begitu asri, subur
dan hijau. Akan tetapi, berubah setelah kemarahanWedus Gembel (Baca:
julukan untuk awan panas yang meluncur dari Gunung Merapi) pada 26 Oktober 2010
lalu. Pemandangan alam yang hijau dan rumah-rumah penduduk sekejap berubah
tinggal puing-puing rumah yang hampir hangus terbakar.
Pemandangan tandus, berantakan, sunyi, dan debu tebal menutupi hampir seluruh kawasan Desa Kinahrejo.
Pemandangan tandus, berantakan, sunyi, dan debu tebal menutupi hampir seluruh kawasan Desa Kinahrejo.
Walaupun
kini kondisi Desa Kinareja tidak seindah dahulu tetapi justru keberadaanya
telah menarik banyak wisatawan yang ingin menyaksikan bagaimana dasyatnya
erupsi Gunung Merapi saat itu. Anda masih dapat menyaksikan sisa-sisa awan
panas yang dahulu suhunya mencapai hampir 600º Celcius dan kini menutupi hampir
semua kawasan Kinahrejo.
Setelah puas mengitari kawasan desa
Kinahrejo dan mengeksplorasi lava tour, tim Terios 7 Wonders segera
kembali bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka selanjutnya. Dan
rute yang akan mereka lewati adalah Adapun jalur yang dilewati rombongan
adalah Yogyakarta – Klaten – Surakarta – Ponorogo – Tulungagung – Blitar –
Malang – Tumpang – Gubug Klakah – Lumajang – Desa Ranupane.
tenda tempat menginap di Ranu Pani
Ranu Pane atau Ranu Pani merupakan nama
sebuah desa yang berada di kaki Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Desa ini merupakan desa yang menjadi basecamp bagi para pendaki yang akan
mendaki Gunung Semeru. Desa Ranu Pane masuk ke dalam wilayah Kecamatan Senduro,
Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Letaknya yang berada di ketinggian
2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat Desa Ranu Pane memiliki suhu
udara yang lumayan dingin (sekitar minus 4 derajat Celcius).
Tempat tersebut terkenal dengan keindahan danaunya. selain indah, di danau tersebut juga terdapat berbagai macam jenis ikan yang bisa di pancing. sehingga tempat tersebut memang sangat cocok bagi traveler yang memiliki hobby memancing di alam terbuka. begitulah keindahan alam yang terdapat di kawasan gunung Bromo tersebut. okey traveler setelah dari sini mari kita lanjutkan perjalanan untuk menuju objek kita selanjutnya. jadi tidak sabar lagi ....
Dan
yang perlu pembaca ketahui adalah bahwasanya di taman tersebut terdapat
beraneka ragam marga satwa yang ber populasi secara alami. Keindahan alamnya
pun dapat dinikmati baik siang hari maupun malam hari. Sehingga para sahabat
peserta Terios 7 Wonder melakukan ekspedisi di malam hari untuk melihat aneka
satwa yang hidupnya di waktu malam.
Tempat tersebut terkenal dengan keindahan danaunya. selain indah, di danau tersebut juga terdapat berbagai macam jenis ikan yang bisa di pancing. sehingga tempat tersebut memang sangat cocok bagi traveler yang memiliki hobby memancing di alam terbuka. begitulah keindahan alam yang terdapat di kawasan gunung Bromo tersebut. okey traveler setelah dari sini mari kita lanjutkan perjalanan untuk menuju objek kita selanjutnya. jadi tidak sabar lagi ....
Ternyata obyek selanjutnya tidak kalah menarik sahabat traveler
karena mereka akan menuju Taman nasional Baluran. Taman
Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di
wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia (sebelah utara
Banyuwangi). Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada
di daerah ini, yaitu gunung Baluran.
Satwa di Taman Nasional Baluran
Esoknya harinya sekitar jam 10,
seluruh tim Terios 7 Wonders melanjutkan perjalanan dari Baluran Situbondo terus melaju ke arah Banyuwangi
tepatnya ke Pelabuhan Ketapang. Setelah menempuh sekitar satu jam perjalanan
akhirnya sampai juga para tim petualang ke pelabuhan Ketapang. Setelah registrasi
kendaraan, mobil pun satu persatu memasuki kapal Ferry yang sudah siap membawa
mereka menyeberang dari Jawa ke Bali, untuk menuju obyek hidden paradise yang
ke-5.
Pelabuhan Gilimanuk Bali
Tidak beberapa lama kapal pun mulai
menginggalkan pelabuhan Ketapang untuk menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali. Penyeberangan
yang singkat sekitar satu setengah jam tersebut tidak di sia-siakan oleh para
Peserta Terios & Wonders. Mereka sudah tidak sabar untuk mendokumentasikan
setiap momen baik di dalam maupun di luar kapal Ro-Ro (Roll on Roll Over)
tersebut.
Setelah melintasi Selat Bali, bermalam di Denpasar, dan menyeberangi Selat Lombok, tiba saatnya untuk memulai petualangan menuju obyek yang ke 5 yaitu terletak di Desa Sade Rambitan. Berbeda dengan destinasi sebelumnya, kali ini Sahabat Petualang akan diajak mengenali kehidupan tradisional Suku Sasak yang tetap terjaga di tengah gempuran modernisasi.
Desa
Sade Rambitan sebenarnya mudah dijangkau. Terletak di Kabupaten Lombok Tengah,
desa ini terletak persis di samping jalan raya Praya-Kuta, hanya berjarak 30 km
dari Mataram. Dari Bandara Internasional Lombok, desa ini bisa ditempuh cukup
dalam 20 menit dengan kendaraan bermotor.
Ternyata di desa Sade tersebut tersimpan bayak
tradisi dan budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang yang kenyataannya
sudah sangat modern. Tradisi lama leluhur tersebut secara turun temurun tetap
di pertahankan oleh masyarakat setempat. Tradisi tersebut di antaranya adalah :
1. Tari Paresehan
Jika anda pernah menyaksikan sinema Sajadah Ka’bah yang di perankan oleh aktor senior Roma Irama, Ruhut Sitompul, dan akrot muda Ridho Roma, pasti pembaca akan memahami secara jelas tradisi Taian ini. Tak cukup sampai di situ, kami kembali disuguhi tarian yang sangat populer yaitu tari Paresehan. Sebenarnya ini bukan tarian, tapi lebih mirip pertarungan antara 2 lelaki menggunakan tongkat rotan sebagai senjata penyerangan dan perisai dari kulit sapi sebagai senjata pertahanan. Para petarung yang masih muda didampingi sesepuh yang bertindak seperti pelatih. Pertarungan berlangsung seru, tak henti-hentinya suara gebukan rotan di kulit sapi membahana di atmosfer Desa Sade Rambitan. Akhirnya pertarungan baru berhenti setelah seseorang berhasil memukul lawannya tanpa bisa ditangkis.
2. tarian seperti tari Bali
namun dibawakan oleh seorang anak lelaki. Gerakannya sangat dinamis dengan dandanan yang aktraktif. Meskipun masih kecil, raut wajahnya terlihat sangat menjiwai peran dalam tarian tersebut
3. Tari Amek Tempengus
Tarian ini juga hanya dibawakan oleh satu orang dewasa. Yang lucu adalah dia bisa memonyongkan bibir sehingga mirip mulut tapir. Apalagi wajahnya dibalur cat warna-warni sehingga kesan monyong semakin kuat. Penonton yang didominasi tim Terios 7 Wonders tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berburu momen unik dan menarik. Gerakan tariannya juga sangat hidup, sesekali lucu, sangat menghibur penonton.
Pasti pembaca bertanya, kanapa desa Sade Rambitan
di pulau Lombok tersebut menjadi pilihan obyek dalam Ekspedisi Terios 7 Wonders
?. untuk jawabanya silahkan teruskan membacanya ya Hehehe..
Desa Rembitan-Lombok
Jika anda pernah menyaksikan sinema Sajadah Ka’bah yang di perankan oleh aktor senior Roma Irama, Ruhut Sitompul, dan akrot muda Ridho Roma, pasti pembaca akan memahami secara jelas tradisi Taian ini. Tak cukup sampai di situ, kami kembali disuguhi tarian yang sangat populer yaitu tari Paresehan. Sebenarnya ini bukan tarian, tapi lebih mirip pertarungan antara 2 lelaki menggunakan tongkat rotan sebagai senjata penyerangan dan perisai dari kulit sapi sebagai senjata pertahanan. Para petarung yang masih muda didampingi sesepuh yang bertindak seperti pelatih. Pertarungan berlangsung seru, tak henti-hentinya suara gebukan rotan di kulit sapi membahana di atmosfer Desa Sade Rambitan. Akhirnya pertarungan baru berhenti setelah seseorang berhasil memukul lawannya tanpa bisa ditangkis.
Tari Paresehan
namun dibawakan oleh seorang anak lelaki. Gerakannya sangat dinamis dengan dandanan yang aktraktif. Meskipun masih kecil, raut wajahnya terlihat sangat menjiwai peran dalam tarian tersebut
Tarian Mirip Tari Bali
3. Tari Amek Tempengus
Tarian ini juga hanya dibawakan oleh satu orang dewasa. Yang lucu adalah dia bisa memonyongkan bibir sehingga mirip mulut tapir. Apalagi wajahnya dibalur cat warna-warni sehingga kesan monyong semakin kuat. Penonton yang didominasi tim Terios 7 Wonders tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berburu momen unik dan menarik. Gerakan tariannya juga sangat hidup, sesekali lucu, sangat menghibur penonton.
Tari Tempengus
Puas dengan berbagai hiburan yang
telah disajikan untuk menyambut kedatangan Tim Terios 7 Wonders, merekapun
berkeliling untuk melihat lingkungan tempat masyarakat desa Sade tersebut. Di
dalam perjalanan mereka mengelilingi kampung Sade terdapat berbagai tradisi
aneh suku tersebut yang mereka temukan. Seperti memoles lantai rumahnya dengan
kotoran kerbau, menenun dengan alat tangan.
Setelah berkeliling desa sekitar
satu jam, akhirnya mereka meneruskan perjalanan menuju Pondok Pesantren Almasyhudien Nahdlatulwathan untuk memberikan bantuan
sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility Daihatsu Mataram.
Sore hari setelah berkunjung ke Desa Sade Rambitan dan menyerahkan bantuan buku
ke ponpes, Sahabat Petualang segera bergegas menuju destinasi berikutnya.
Sebenarnya pantai ini tidak masuk dalam agenda tetap Terios 7 Wonders Hidden
Paradise, yaitu pantai Pink Beach atau Pantai Tangsi. Pantai tersebut menurut
penduduk lokal, yang konon sangat cantik namun tersembunyi. Rasanya cocok
sekali dengan tema perjalanan kami, Hidden Paradise. Terletak di Desa Sekaroh,
Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, pantai ini juga disebut Barrack
Coast atau Pantai Barak. Konon, ini bermula dari dijadikannya pantai ini
sebagai barak militer tentara Jepang. Pantai ini bersebelahan dengan Pantai
Tanjung Ringgit, kira-kira 1 km sebelumnya.
Ketangguhan Terios
sekali lagi di uji dalam perjalanan tersebut. Karena selain bebatuan yang tak
beraspal, jalan menuju pantai tersebut agak curam. Suspensi yang kokoh namun
tetap empuk dan ditunjang ground clearance yang tinggi membuat Terios mampu
melahap jalan berbatu dengan lancar. Apalagi rem cakram berventilasi di roda
depan sangat pakem menjaga laju mobil agar tidak meluncur bebas. Akhirnya kami
tiba di bibir pantai dan langsung terpana menyaksikan keindahan pantai ini. Tak
salah memang kalau pantai ini layak disebut hidden paradise.
Sesampainya di
pantai, para sahabat petualang menikmati keindahan pantai Tangsi. Tentunya
momen tersebut tidak di sia-siakan oleh mereka untuk berfoto dan bermain ria di
air laut pantai nan indah tersebut.
Setelah hai
menjelang sore, para peserta petualanpun berkemas untuk persiapan menuju
perjalanan berikutnya.
Keesokan harinya Sampailah
para peserta petualang ke surga dunianya para komodo. Pulau Komodo adalah
sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal
sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman
Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di
sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.Pulau komodo adalah tujuan akhir perjalanan Terios 7 Wonder hidden. selain itu tempat ini juga menjadi obyek inti tujuan perjalanan mereka.
Indahnya pulau Komodo di lihat dari atas
Tempat ini memang
sangat cocok sebagai tempat ekspedisi Terios 7 Wonder hidden paradise.
Karena selain pemandangan alamnya yang indah, di tempat tersebut memang tempat
aslinya habitat komodo yang sekarang hampir punah tersebut. Sukses selalu untuk
Daihatsu semoga dengan perjalanan bisa menguak surga dunia yang masih
tersembunyi di indonesia.
Komodo hidup bisa hidup bebas di sana





12 komentar
Berbagi Kisah, Informasi dan Foto
Tentang Indahnya INDONESIA
www.jelajah-nesia2.blogspot.com
www.jelajah-nesia.blogspot.com
Salam,